BLOGGER TEMPLATES - TWITTER BACKGROUNDS
Powered By Blogger
aNaK !nFoRmAT!Ka

Senin, 22 Maret 2010

TPLINK 54MB MODEM ADSL2 + WIRELESS ROUTER (TD-W8901G) 4PORT 802.11g

TPLINK 54MB MODEM ADSL2 + WIRELESS ROUTER (TD-W8901G) 4PORT 802.11g


Product Information Informasi Produk
Key Features: Fitur Utama:

  • 3-in-1: ADSL2+ modem,4-port Ethernet router and wireless G access point 3-in-1: ADSL2 + modem ,4-port Ethernet router dan jalur akses nirkabel G
  • Latest ADSL standards for superior performance: up to 24Mbps downstream ADSL terbaru standar kinerja superior: sampai 24Mbps hilir
  • Various QoS policies enable various application, meeting people?fs different needs Berbagai kebijakan QoS memungkinkan berbagai aplikasi, bertemu orang-orang? Fs kebutuhan yang berbeda
  • 3-in-1: ADSL2+ modem?C4-port Ethernet router and wireless G access point 3-in-1: ADSL2 + modem? C4-port Ethernet router dan jalur akses nirkabel G
  • Easily share ADSL connection with all office or home computers?Cwired or wirelessly Mudah berbagi koneksi ADSL dengan semua komputer rumah atau kantor? Cwired atau secara nirkabel
  • Triple Active Firewalls: SPI, NAT and Packet Filter Triple Aktif Firewall: SPI, NAT dan Packet Filter
  • QoS prioritization based on ToS, DSCP, service type or 802.1p Berdasarkan prioritas QoS ToS, DSCP, jenis layanan atau 802.1p
  • Supports DHCP, Universal Plug-and-Play (UPnP), and includes a user-friendly Setup Wizard which takes you through configuring your network, step by step Supports DHCP, Universal Plug-and-Play (UPnP), dan termasuk user-friendly Setup Wizard yang membawa Anda melalui mengkonfigurasi jaringan anda, langkah demi langkah
  • Administer and Upgrade the Router Remotely over the Internet Mengelola dan Upgrade Router Remotely melalui Internet

    More Information Lebih Lanjut

    TD-W8901G 54M Wireless ADSL2+ Router is designed to provide a simple and cost-effective ADSL Internet connection for a private Ethernet or 802.11g/802.11b wireless network. TD-W8901G 54M Wireless ADSL2 + Router ini dirancang untuk memberikan yang sederhana dan efektif biaya koneksi Internet ADSL untuk pribadi 802.11g/802.11b Ethernet atau jaringan nirkabel.

    The Router is easy to use. Router ini mudah digunakan. The TD-W8901G connects to an Ethernet LAN or computers via standard Ethernet ports. The TD-W8901G tersambung ke Ethernet LAN atau komputer melalui port Ethernet standar. The ADSL connection is made using ordinary telephone line with standard connectors. Koneksi ADSL dibuat menggunakan saluran telepon biasa dengan konektor standar. Multiple workstations can be networked and connected to the Internet using a single Wide Area Network (WAN) interface and single global IP address. Beberapa workstation jaringan dan dapat terhubung ke Internet menggunakan satu Wide Area Network (WAN) interface dan satu alamat IP global. The advanced security enhancements, IP/MAC Filter, Application Filter and URL Filter can help to protect your network from potentially devastating intrusions by malicious agents from the outside of your network. Lanjutan peningkatan keamanan, IP / MAC Filter, Filter dan Aplikasi Filter URL dapat membantu untuk melindungi jaringan Anda dari berpotensi berbahaya penyusupan oleh agen-agen dari luar jaringan Anda.

    ADSL ADSL
    The TD-W8901G supports full-rate ADSL2+ connectivity conforming to the ITU and ANSI specifications. The TD-W8901G mendukung penuh tingkat ADSL2 + konektivitas menyesuaikan dengan spesifikasi ITU, dan ANSI. In addition to the basic DMT physical layer functions, the ADSL2+ PHY supports dual latency ADSL2+ framing (fast and interleaved) and the I.432 ATM Physical Layer. Selain DMT dasar lapisan fisik fungsi tersebut, ADSL2 + PHY mendukung dual latency ADSL2 + membingkai (cepat dan interleaved) dan I.432 ATM Physical Layer.

    Wireless Wireless
    In the most attentive wireless security, the Router provides multiple protection measures. Dalam nirkabel yang paling penuh perhatian keamanan, Router menyediakan beberapa tindakan perlindungan. It can be set to turn off the wireless network name (SSID) broadcast so that only stations that have the SSID can be connected. Ini dapat ditetapkan untuk menonaktifkan nama jaringan nirkabel (SSID) broadcast sehingga hanya stasiun yang memiliki SSID yang dapat terhubung. The Router provides wireless LAN 64/128-bit WEP encryption security, WPA-PSK/WPA2-PSK authentication, as well as TKIP/AES encryption security. Router LAN nirkabel menyediakan keamanan enkripsi WEP 64/128-bit, WPA-PSK/WPA2-PSK otentikasi, serta TKIP / AES enkripsi keamanan.

    Specifications: Spesifikasi:

    ADSL Features ADSL Fitur
    Full-rate ANSI T1.413 Issue 2 Full-rate ANSI T1.413 Issue 2
    ITU-T G.992.1 (G.dmt) ITU-T G.992.1 (G.dmt)
    ITU-T G.992.2 (G.lite) ITU-T G.992.2 (G.lite)
    ITU-T G.994.1 (G.hs) ITU-T G.994.1 (G.hs)
    ITU-T G.992.3 (G.dmt.bis) ITU-T G.992.3 (G.dmt.bis)
    ITU-T G.992.4 (G.lite.bis) ITU-T G.992.4 (G.lite.bis)
    ITU-T G.992.5 ITU-T G.992.5
    Max 6 kilometers Max 6 kilometer

    Data Rates Data Rates
    Downstream: Up to 24Mbps Downstream: Up to 24Mbps
    Upstream: Up to 3.5Mbps (With Annex M enabled) Hulu: Up to 3.5Mbps (Dengan Lampiran M diaktifkan)

    ATM Features ATM Fitur
    UNI 3.1/4.0?CATM Adaptation Layer Type 5-AAL5 UNI 3.1/4.0? CATM Adaptation Layer Type 5-AAL5
    Multiprotocol encapsulation over ATM (RFC 1483) Multi enkapsulasi atas ATM (RFC 1483)
    UBR, CBR, VBR-rt, VBR-nrt UBR, CBR, VBR-rt, VBR-nrt
    Supports 8PVCs Mendukung 8PVCs

    PPP Features PPP Fitur
    PPP over ATM (RFC 2364) PPP over ATM (RFC 2364)
    PPP over Ethernet (RFC 2516) PPP over Ethernet (RFC 2516)

    Switching Features Switching Fitur
    IGMP snooping IGMP mengintai
    IGMP multicast IGMP multicast
    Port VLAN Port VLAN
    Tag VLAN Tag VLAN
    IEEE 802.1d transparent learning bridging IEEE 802.1d transparan menjembatani pembelajaran

    Routing Features Fitur routing
    Classical IP and ARP over ATM (RFC 1577/2225), MER, RIP V1/V2 Klasik IP dan ARP atas ATM (RFC 1577/2225), REM, RIP V1/V2
    Static routing, IP, TCP, UDP, ARP Static routing, IP, TCP, UDP, ARP
    NAT, NAPT, DNS, DDNS, DHCP Server NAT, NAPT, DNS, DDNS, DHCP Server
    UPnP, Virtual Server, DMZ UPnP, Virtual Server, DMZ
    SIP, H323 ALG SIP, H323 ALG

    Wireless Features Fitur nirkabel
    Complies with IEEE 802.11g, IEEE802.11b Complies with IEEE 802.11g, IEEE802.11b
    Supports 54/48/36/24/18/12/9/6Mbps or 11/5.5/3/2/1Mbps data transfer rates 54/48/36/24/18/12/9/6Mbps atau 11/5.5/3/2/1Mbps mendukung kecepatan transfer data
    Provides WPA/WPA2 and WPA-PSK/WPA2-PSK authentication and TKIP/AES encryption security Menyediakan WPA/WPA2 dan WPA-PSK/WPA2-PSK otentikasi dan TKIP / AES keamanan enkripsi
    Provides 64/128-bit WEP encryption security and wireless LAN ACL (Access Control List) Menyediakan keamanan enkripsi WEP 64/128-bit dan wireless LAN ACL (Access Control List)
    Wireless operating range: Indoor up to100m, Outdoor up to 300m Wireless operating range: Indoor up to100m, Outdoor up to 300m

    Max wireless transmit power Max daya transmisi nirkabel
    17dbm 17dbm

    Antenna power Kekuatan antena
    5dbi 5dBi

    Security Keamanan
    Stateful Packet Inspection (SPI) Stateful Packet Inspection (SPI)
    NAT NAT
    Packet Filter Packet Filter

    VPN Pass Through VPN Pass Through
    IPSec/PPTP/L2TP Pass-through IPSec/PPTP/L2TP Pass-through

    QoS QoS
    IP Type of service(ToS) Jenis layanan IP (ToS)
    802.1p 802.1p

    Device Management Device Management
    HTTP, TELNET, Console HTTP, TELNET, Console
    Administration and operation software (firmware) upgradable locally by WEB, TFTP, FTP, Console Administrasi dan operasi perangkat lunak (firmware) diupgrade secara lokal oleh WEB, TFTP, FTP, Console
    SNMP V1/V2 SNMP V1/V2
    CWMP(TR-069) CWMP (TR-069)

    Ports Ports
    4 10/100M Auto-Negotiation RJ45 ports(Auto MDI/MDIX) 4 10/100M Auto-Negotiation RJ45 port (Auto MDI / MDIX)
    1 RJ11 port 1 RJ11 port

    LED Indicators Indikator LED
    Power, System, ADSL, WLAN, LAN1~4 Power, System, ADSL, WLAN, LAN1 ~ 4

    Dimensions (W*D*H) Dimensions (W * D * H)
    7.9*5.5*1.1 in.(200*140*28 mm) 7,9 * 5,5 * 1,1 in (200 * 140 * 28 mm)

    Operating Humidity Kelembaban Operasional
    10%~90% non-condensing 10% ~ 90% non-kondensasi

    Storage Humidity Kelembaban Penyimpanan
    5%~90% non-condensing 5% ~ 90% non-kondensasi



  • Baca terusannya.....

    WINDOW SERVER 2008


    Windows Server 2008 adalah nama sistem operasi untuk href="http://id.wikipedia.org/wiki/Server" title="Server">server dari perusahaan Microsoft. Sistem server ini merupakan pengembangan dari versi sebelumnya yang disebut Windows Server 2003. Pada tanggal 15 Mei 2007, Bill Gates mengatakan pada konferensi WinHEC bahwa Windows Server 2008 adalah nama baru dari Windows Server "Longhorn".
    Windows Server 2008 mendukung sistem klien dengan Windows Vista, mirip seperti hubungan antara Windows Server 2003 dan Windows XP. Versi Beta 1 dari sistem server ini pertama kali dikenalkan pada tanggal 27 Juli 2005, dan versi Beta 3-nya sudah diumumkan pada tanggal 25 April 2007 yang lalu. Produk ini rencananya akan dipasarkan pada pertengahan kedua tahun 2007 ini.
    Window server 2008 mengembangkan teknologi yang sudah ada dan menambahkan fitur baru untuk memungkinkan organisasi untuk meningkatkan keandalan dan fleksibilitas dari infrastruktur server mereka.

    Alat virtualisasi baru, sumber daya Web, manajemen perangkat tambahan, dan menarik Windows 7 integrasi membantu menghemat waktu, mengurangi biaya, dan menyediakan platform untuk yang dinamis dan efisien dikelola pusat data. Alat yang sangat berguna seperti Internet Information Services (IIS) versi 7.5, diperbaharui Server Manager dan platform Hyper-V dan Windows PowerShell versi 2.0 bergabung untuk memberikan pelanggan kontrol yang lebih besar, peningkatan efisiensi, dan kemampuan untuk bereaksi terhadap lini depan kebutuhan bisnis lebih cepat daripada sebelumnya sebelum.

    Edisi

    Windows Server 2008 ini bisa diperoleh untuk sistem 32-bit (x86) dan sistem 64-bit (x86-64)vb, sama seperti pada Windows Server 2003, dalam beberapa macam edisi:
    • Windows Web Server 2008
    • Windows Server 2008 Standard Edition
    • Windows Server 2008 Enterprise Edition
    • Windows Server 2008 Datacenter Edition
    • Windows Server 2008 untuk sistem berbasis Itanium (IA-64)

    Fitur

    Windows Server 2008 dibangun dari kode yang sama seperti Windows Vista; karenanya Windows Server 2008 memiliki arsitektur dan fungsionalitas yang sama dengannya. Karena Windows Vista, oleh Microsoft, menawarkan kemajuan secara teknis dibandingkan dengan Windows versi sebelumnya, maka hal-hal yang dimiliki oleh Windows Vista juga dimiliki oleh Windows Server 2008. Contohnya adalah network stack yang ditulis lagi dari awal (IPv6, jaringan nirkabel, kecepatan, dan peningkatan keamanan); instalasi yang lebih mudah; diagnosa, pemantauan dan pencatatan yang lebih baik; keamanan yang lebih tangguh seperti BitLocker Drive Encryption, Address Space Layout Randomization (ASLR), Windows Firewall yang lebih baik; teknologi Microsoft .NET Framework 3.0, seperti Windows Communication Foundation, Microsoft Message Queuing (MSMQ), dan Windows Workflow Foundation (WFW), dan juga peningkatan pada sisi kernel.
    Dari sisi perangkat keras, prosesor dan perangkat memori dimodelkan sebagai perangkat keras Plug and Play, sehingga mengizinkan proses hot-plugging terhadap perangkat-perangkat tersebut. Ini berarti, sumber daya sistem dapat dibagi ke dalam partisi-partisi secara dinamis dengan menggunakan fitur Dynamic Hardware Partitioning, di mana setiap partisi memiliki memori, prosesor, I/O secara independen terhadap partisi lainnya.
    fundamental active directory window server 2008
    Mungkin sudah beberapa temen di wss-id yang pernah ngebahas new-Active Directory pada Windows Server 2008. Saya akan
    coba bahas ulang lagi dengan bahasa sendiri tentunya, meskipun pengertian dari kita hampir sama. Pada Windows Server 2003
    kita hanya mengetahui Active Directory itu terdiri dari Active Directory user and computer (untuk bikin user, computer dan juga
    object-object lainnya), Active Directory site and services(untuk bikin sites), AD Domain and Trust(untuk naekin forest func, ato
    juga untuk pindahin domain naming) dan AD Federation Services Server Roles(untuk Single Sign On) yang jarang kita pakai,
    Sedangkan pada Windows Server 2008 lebih dibagi-bagi lagi dalam beberapa server roles :
    1. Active Directory Domain Services(AD DS) : digunakan untuk membuat objek-objek yang ada di Active Directory yang dulu
    pada Windows Server 2003 kita kenal sebagai Active Directory User and Computer, AD Site and Services, AD Domain and
    Trust dan juga AD Schema.
    2. Active Directory Lightweight Directory Services(AD LDS): digunakan untuk query directory dengan menggunakan protocol
    LDAP(Lightweight Directory Access Protocol) pada Windows Server 2003 yang kita kenal sebagai ADAM(Active Directory
    Application Mode), Salah satu contoh kegunaan nya ada pada Exchange Server 2007, ketika kita mau menghubungkan Edge
    Transport ke Hub Transport Server, dari Edge ada terinstall ADAM untuk query Active Directory dihubungkan melalui Hub Server
    3. Active Directory Certificates Services(AD CS) : digunakan untuk menyediakan security pada website dan email dan
    mendistribusikannya pada Windows environment apabila pada Windows Server 2003 kita mungkin lebih mengenalnya dengan
    nama Certificates Services, yang terdapat pada Add Remove Program > Add/Remove Windows Component >
    Certificates Services
    4. Active Directory Federation Services(AD FS) : digunakan untuk Single Sign On(satu account bisa digunakan untuk beberapa
    aplikasi, terdapat juga pada Windows Server 2003, kita harus installasi melalui Add remove Program > Add/Remove
    Windows Component > Active Directory Services.
    5. Active Directory Right Management Services(AD RMS) : digunakan untuk memprotek informasi yang tersimpan dalam
    dokumen, email messages ataupun website dari orang-orang yang tidak diberi hak untuk mengakses(view, edit atau delete)
    informasi tersebut, kalau pada Windows Server 2003 harus di install tersendiri, bisa anda download disini Windows RMS SP2.
    Disini saya hanya akan memberikan overview awal saja kemudian saya akan membahas lebih detail lagi untuk masing-masing AD roles.
    Semoga bermanfaat.


    Baca terusannya.....

    Setting Modem ADSL Linksys

    Setting Modem ADSL Linksys

    1. Pastikan semua kabel sudah menancap dengan benar, line telepon, kabel power, dan gunakan kabel UTP (bawaan) untuk menghubungkan antara komputer dan modem. Kabel UTP pada modem bisa ditancapkan di port yang mana saja (ada 4 port).
    2. Nyalakan modem, nyalakan komputer, buka Internet Browser (bisa pakai Internet Explorer, Mozilla Firefox, dll). Untuk kali ini, kita gunakan Internet Explorer (IE). Untuk browser lain, langkah-langkahnya sama.
    3. Ketikkan pada address bar: 192.168.1.1



    4. Akan ada windows baru yang terbuka, isikan: username: admin, password: admin, tekan ok

    5. Halaman Basic Setup akan terbuka. Ubah nilai item-item sbb:
    - Encapsulation : RFC 2516 PPPoE
    - Multiplexing : LLC
    - QoS type: UBR
    - Autodetect: disable
    - Virtual circuit: 0 VPI, 35 VCI
    - DSL Modulation: Multimode
    - Username: masukkan 12 digit nomor speedy anda diikuti dengan @telkom.net, contoh: 152415200015@telkom.net
    - Password: masukkan password yang anda dapat dari telkom. Perhatikan besar kecilnya huruf, jika anda salah input, akan gagal.
    - Pilih Connect on demand (koneksi aktif jika diperlukan) atau Keep alive (koneksi aktif terus menerus)
    - Scroll layar kebawah, tekan save setting.

    6. Masuk ke menu Wireless -> Wireless security, masukkan password yang Anda inginkan (minimal 8 karakter), tekan save setting.

    7. Selesai! Anda bisa menutup semua aplikasi dan restart komputer Anda. Wireless juga siap digunakan. Jika diminta memasukkan password, masukkan 8 karakter yang Anda input tadi.






    Baca terusannya.....

    Konfigurasi Access Point Linksys WRT54G

    Konfigurasi Access Point Linksys WRT54G

    Linksys http://www.linksys.com adalah salah satu pembuat WiFi ter-favorit di dunia. Dalam contoh ini digunakan WRT54G Wireless-G Broadband Router. Perlu di catat bahwa AP Linksys ini adalah sebuah router.

    Sebagai sebuah router mempunyai banyak fasilitas seperti kemampuan routing, firewall, DCHP. Pada dasarnya kita dapat menggantikan sebagian besar fungsi gateway Linux dengan sebuah Linksys.

    Linksys WRT54G dapat dikonfigurasi melalui interface Web dengan alamat default 192.168.1.1 (jika tidak di ubah).

    Halaman pertama adalah setup page. Melalui setup page ini kita dapat mengkonfigurasi time zone, konfigurasi Internet connection, konfigurasi LAN, dan konfigurasi wireless.

    Ada beberapa tipe sambungan yang mungkin pada konfigurasi Internet Connection, seperti, menggunakan IP statik atau IP automatic / IP dynamic melalui DHCP server di ISP. Tampak pada gambar digunakan IP statik pada sambungan Internet.

    Konfigurasi LAN cukup sederhana, yang perlu kita lakukan adalah menset IP address dan subnetmasknya saja.

    Konfigurasi wireless tidak berbeda jauh dengan konfigurasi Access Point biasa. Kita perlu menset channel dan ESSID dari peralatan. Untuk mengamankan Access Point, kita dapat mendisable ESSID broadcast sehingga hanya mereka yang tahu tentang Access Point kita yang dapat mengakses-nya. Wired Equivalent Privacy (WEP) dapat di aktifkan pada titik ini.

    Halaman selanjutnya adalah security page, kita dapat mengkonfigurasi beberapa parameter berkaitan dengan keamanan, seperti, administrator password, tipe dari Virtual Private Network (VPN) traffic yang di ijinkan, konfigurasi dari De-Militarized Zone (DMZ) juga firewall sekala kecil.

    System page adalah halaman selanjutnya dari Interface Web Linksys WRT54G. Kita dapat meninggalkan proses konfigurasi system ini. Kita perlu menggunakan fasilitas ini kita kita ingin mengupgrade firmware, mengubah Maximum Transmission Unit (MTU) dari Interface, dan mengaktifkan / me-non-aktifkan agar paket multicast dapat lewat.

    Halaman selanjutnya adalah DHCP Server page. Pada Linksys WRT54G Access Point telah tersedia DHCP server. Jika kita ingin mengaktifkan DHCP server, kita perlu memberikan range dari IP address yang dialokasikan untuk workstation yang tersambung, dan DNS server bagi workstation di jaringan.

    Kita dapat melihat semua status dari konfigurasi yang ada pada Status Page.

    Pada halaman Advances Wireless configuration Page, kita dapat mengkonfigurasi parameter wireless yang lebih advance, seperti, RTS Threshold dan Fragmentation Threshold untuk beroperasi pada jaringan yang congested, interval beacon untuk broadcasting ESSID dari Access Point, kecepatan data pada Wireless LAN.

    Dalam bagian Advance Setting page, kita dapat mengaktifkan tabel MAC Filtering. MAC Filtering dapat digunakan untuk membatasi akses agar hanya workstation / node yang kita ketahui MAC address-nya saja yang dapat mengakses Access Point.

    Tabel MAC relative sederhana, dan dapat di isi dengan memasukan MAC address client yang di ijinkan untuk mengakses.





    Baca terusannya.....

    WI-FI

    Wi-Fi merupakan kependekan dari Wireless Fidelity, yang memiliki pengertian yaitu sekumpulan standar yang digunakan untuk wikipedia.org/wiki/Jaringan_Lokal_Nirkabel" title="Jaringan Lokal Nirkabel" class="mw-redirect">Jaringan Lokal Nirkabel (Wireless Local Area Networks - WLAN) yang didasari pada spesifikasi IEEE 802.11. Standar terbaru dari spesifikasi 802.11a atau b, seperti 802.16 g, saat ini sedang dalam penyusunan, spesifikasi terbaru tersebut menawarkan banyak peningkatan mulai dari luas cakupan yang lebih jauh hingga kecepatan transfernya.

    Jaringan tanpa kabel sebenarnya tidak sesulit sistem cable network bahkan lebih mudah. Sistem jaringan WIFI atau Wireless tidak memerlukan penghubung cable network antar computer. Bila jenis coax atau UTP cable memerlukan kabel sebagai media tranfer, dengan Wireless network hanya dibutuhkan ruang atau space dimana jarak jangkau network dibatasi kekuatan pancaran signal radio dari masing masing computer.

    Keuntungan dari sistem WIFI , pemakai tidak dibatasi ruang gerak dan hanya dibatasi pada jarang jangkauan dari satu titik pemancar WIFI. Untuk jarak pada sistem WIFI mampu menjangkau area 100feet atau 30M radius. Selain itu dapat diperkuat dengan perangkat khusus seperti booster yang berfungsi sebagai relay yang mampu menjangkau ratusan bahkan beberapa kilometer ke satu arah (directional). Bahkan hardware terbaru, terdapat perangkat dimana satu perangkat Access Point dapat saling merelay (disebut bridge) kembali ke beberapa bagian atau titik sehingga memperjauh jarak jangkauan dan dapat disebar dibeberapa titik dalam suatu ruangan untuk menyatukan sebuah network LAN.

    Sebelumnya, perlu diketahui bahwa ada 2 cara menghubungkan antar PC dengan sistem Wireless yaitu Adhoc dimana 1 PC terhubung dengan 1 PC dengan saling terhubung berdasarkan nama SSID (Service Set IDentifier). SSID sendiri tidak lain nama sebuah computer yang memiliki card, USB atau perangkat wireless dan masing masing perangkat harus diberikan sebuah nama tersendiri sebagai identitas.

    Kedua jaringan paling umum dan lebih mudah saat ini dengan sistem Access point dengan bentuk PCI card atau sebuah unit hardware yang memiliki fungsi Access point untuk melakukan broadcast ke beberapa computer client pada jarak radius tertentu.

    DIbawah ini menjelaskan bagaimana cara sebuah computer dapat saling terhubung dengan network wireless

    Sistem Adhoc adalah sistem peer to peer, dalam arti satu computer dihubungkan ke 1 computer dengan saling mengenal SSID. Bila digambarkan mungkin lebih mudah membayangkan sistem direct connection dari 1 computer ke 1 computer lainnya dengan mengunakan Twist pair cable tanpa perangkat HUB.

    Jadi terdapat 2 computer dengan perangkat WIFI dapat langsung berhubungan tanpa alat yang disebut access point mode. Pada sistem Adhoc tidak lagi mengenal sistem central (yang biasanya difungsikan pada Access Point). Sistem Adhoc hanya memerlukan 1 buah computer yang memiliki nama SSID atau sederhananya nama sebuah network pada sebuah card/computer.

    Dapat juga mengunakan MAC address dengan sistem BSSID (Basic Service Set IDentifier - cara ini tidak umum digunakan), untuk mengenal sebuah nama computer secara langsung. Mac Address umumnya sudah diberikan tanda atau nomor khusus tersendiri dari masing masing card atau perangkat network termasuk network wireless. Sistem Adhoc menguntungkan untuk pemakaian sementara misalnya hubungan network antara 2 computer walaupun disekitarnya terdapat sebuah alat Access Point yang sedang bekerja.

    SSID adalah nama sebuah network card atau USB card atau PCI card atau Router Wireless. SSID hanyalah sebuah nama untuk memberikan tanda dimana nama sebuah perangkat berada. BSSID adalah nama lain dari SSID, SSID diberikan oleh pemakai misalnya "pcsaya" pada computer yang sedang digunakan dan computer lainnya dibuatkan nama "pckamu". Sedangkan BSSID mengunakan basis MAC address. Jangan terlalu bingung dengan istilah baru tersebut. Bila sebuah koneksi wireless ingin saling berhubungan, keduanya harus mengunakan setup Adhoc. Bila disekitar ruangan terdapat perangkat Access Point, perlu diingatkan untuk mengubah band frekuensi agar tidak saling adu kuat signal yang memancar didalam suatu ruangan.

    Adhoc diagram


    Sistem kedua yang paling umum adalah Infra Structure. Sistem Infra Structure membutuhkan sebuah perangkat khusus atau dapat difungsikan sebagai Access point melalui software bila mengunakan jenis Wireless Network dengan perangkat PCI card.

    Mirip seperti Hub Network yang menyatukan sebuah network tetapi didalam perangkat Access Point menandakan sebuah sebuah central network dengan memberikan signal (melakukan broadcast) radio untuk diterima oleh computer lain. Untuk mengambarkan koneksi pada Infra Structure dengan Access point minimal sebuah jaringan wireless network memiliki satu titik pada sebuah tempat dimana computer lain yang mencari menerima signal untuk masuknya kedalam network agar saling berhubungan. Sistem Access Point (AP) ini paling banyak digunakan karena setiap computer yang ingin terhubungan kedalam network dapat mendengar transmisi dari Access Point tersebut.

    Access Point inilah yang memberikan tanda apakah disuatu tempat memiliki jaringan WIFI dan secara terus menerus mentransmisikan namanya - Service Set IDentifier (SSID) dan dapat diterima oleh computer lain untuk dikenal. Bedanya dengan HUB network cable, HUB mengunakan cable tetapi tidak memiliki nama (SSID). Sedangkan Access point tidak mengunakan cable network tetapi harus memiliki sebuah nama yaitu nama untuk SSID.

    InfraStructure diagram


    Keuntungan pada sistem access point (AP mode):

    1.) Untuk sistem AP dengan melayani banyak PC tentu lebih mudah pengaturan dan computer client dapat mengetahui bahwa disuatu ruang ada sebuah hardware atau computer yang memancarkan signal Access Point untuk masuk kedalam sebuah network .
    2.) Keuntungan kedua bila mengunakan hardware khusus, maka tidak diperlukan sebuah PC berjalan 24 jam untuk melayani network. Banyak hardware Access point yang yang dihubungkan ke sebuah hub atau sebuah jaringan LAN. Dan computer pemakai Wifi dapat masuk kedalam sebuah jaringan network.
    3.) Dan sistem security pada model AP lebih terjamin. Read More......


    Untuk fitur pengaman sebuah Hardware Access Point memiliki beberapa fitur seperti melakukan block IP, membatasi pemakai pada port dan lainnya.


    Sebuah Access point baik berupa sebuah card WIFI yang ditancapkan pada slot computer atau jenis USB card dan lainnya dengan mengaktifkan fungsi Access point ataupun sebuah alat khusus Access point yang berdiri sendiri dengan antena dan adaptor power bisa difungsikan sebagai Bridge network, router (gateway).

    Sistem Access point juga diterapkan pada sebuah layanan service. Misalnya layanan network disebuah terminal airport atau layanan khusus yang dibuat sebuah service provider untuk internet umumnya mengunakan sistem Adhoc. Pada sistem layanan tersebut biasanya pemakai Wifi harus login sesuai ketentuan yang diperlukan dari penyelangara service tersebut.

    Contoh pada gambar dibawah ini. Setting tersebut digunakan oleh Windows dimana pemakai memilih apakah akan terkoneksi ke jaringan bebas misalnya layanan service internet dari sebuah service provider (ISP), atau untuk memasuki jaringan dari sebuah network atau melakukan hubungan dengan computer lain secara peer to peer.



    Pemakai dapat memberikan sebuah nama untuk satu alata Access Point. Nama tersebut dikenal dengan Service Set IDentifier (SSID) atau nama sebuah network dan dipengaruhi oleh huruf besar kecil (case sensitive). Untuk batas memiliki panjang maksimum 32 karakter untuk sebuah nama SSID network. SSID nantinya akan dibawah sebagai nama dari gelombang frekuensi yang diterima oleh card WIFI lain agar dikenal keberadaannya oleh computer lain.

    BIla digambarkan secara sederhana, misalnya sebuah computer dalam kondisi Access Point mode atau sebuah hardware diberikan nama "pcgue", maka bisa dibayangkan alat tersebut atau computer tersebut sedang berteriak dengan nama PCGUE , dan computer lain akan mengenal oh disana ada network WIFI dengan nama PCGUE sebagai nama SSID.

    Untuk standard, dibawah ini adalah standard yang umum digunakan bagi indoor computer wireless network.

    802.11a

    Standard 802.11a, adalah model awal yang dibuat untuk umum. Mengunakan kecepatan 54Mbps dan dapat mentranfer data double dari tipe g dengan kemampuan bandwidth 72Mbps atau 108Mbps. Sayangnya sistem ini tidak terlalu standard, karena masing masing vendor atau pabrikan memberikan standard tersendiri. 802.11a mengunakan frekuensi tinggi pada 5Ghz sebenarnya sangat baik untuk kemampuan tranfer data besar. Tetapi 802.11a memiliki kendala pada harga , komponen lebih mahal ketika perangkat ini dibuat untuk publik dan jaraknya dengan frekuensi 5GHz konon lebih sulit menembus ruang untuk kantor. Pemilihan 5Ghz cukup beralasan, karena membuat pancaran signal frekuensi 802.11a jauh dari gangguan seperti oven microwave atau cordless phone pada 2GHz, tetapi frekuensi tinggi juga memberikan dampak pada daya jangkau relatif lebih pendek


    802.11b

    Sempat menjadi dominasi pemakaian tipe b. Standard 802.11b mengunakan frekuensi 2.4GHz. Standard ini sempat diterima oleh pemakai didunia dan masih bertahan sampai saat ini. Tetapi sistem b bekerja pada band yang cukup kacau, seperti gangguan pada Cordless dan frekuensi Microwave dapat saling menganggu bagi daya jangkaunya. Standard 802.11b hanya memiliki kemampuan tranmisi standard dengan 11Mbps atau rata rata 5MBbit/s yang dirasakan lambat, mendouble (turbo mode) kemampuan wireless selain lebih mahal tetapi tetap tidak mampu menandingi kemampuan tipe a dan g.


    802.11g

    Standard yang cukup kompatibel dengan tipe 802.11b dan memiliki kombinasi kemampuan tipe a dan b. Mengunakan frekuensi 2.4GHz mampu mentransmisi 54Mbps bahkan dapat mencapai 108Mbps bila terdapat inisial G atau turbo. Untuk hardware pendukung, 802.11g paling banyak dibuat oleh vendor. Secara teoritis mampu mentranfer data kurang lebih 20Mbit/s atau 4 kali lebih baik dari tipe b dan sedikit lebih lambat dari tipe a.Karena mengunakan carrier seperti tipe b dengan 2.4Ghz, untuk menghadapi gangguan frekuensi maka ditempatkan sistem OFDM


    Secara teoritis perbandingan dapat dilihat pada tabel dibawah ini!



    TechnologyKecepatan
    Ethernet 10/100100Mbs
    802.11b11Mbps
    802.11a52/72 Mbps
    PhoneLine 2.010Mbps
    Gigabit Ethernet1000Mbps
    802.11g/turbo22/54/108Mbps
    Firewire400Mbps
    Bluetooth1.5Mbps
    HomeRF 2.010Mbps
    PowerLine14Mbps


    Karena sistem WIFI mengunakan transmisi frekuensi secara bebas, maka pancaran signal yang ditransmit pada unit WIFI dapat ditangkap oleh computer lain sesama pemakai Wifi. Tentu kita tidak seseorang masuk kedalam jaringan Network tanpa ijin. Pada teknologi WIFI ditambahkan juga sistem pengaman misalnya WEP (Wired Equivalent Privacy) untuk pengaman sehingga antar computer yang telah memiliki otorisasi dapat saling berbicara.

    Pengamanan sistem Wireless Network dibagi dapat dilakukan dengan beberapa cara. Untuk pemakaian umum dibagi atas NonSecure dan Share Key (secure)

    Non Secure / Open: Pertama no-security atau tanpa pengaman dimana computer yang memiliki WIFI dapat mendengar transmisi sebuah pancaran WIFI dan langsung masuk kedalam network.

    Share Key :adalah alternatif untuk pemakaian kunci atau password. Untuk contoh, bila sebuah network mengunakan WEP

    Ketentuan Security WEP dibagi 2 yaitu 40/64-bit -10 Hex character (weak security) dan 104/128-bit - 26 Hex character (a bit better security). Mengunakan sistem WEP sangat mudah, setiap computer yang mentransmisi signal WIFI atas keberadaan sebuah network atau computer yang mengetahui adanya sebuah network dengan WIFI harus memiliki WEP yang sama. Caranya cukup mengaktifkan sistem WIFI pada option program Windows dengan Prefered Network yang sama.

    Misalnya sebuah computer memasang kunci security "abcde" atau urutan HEX , maka computer yang akan masuk kedalam jaringan harus memasukan huruf "abcde" atau tanda dalam format HEX untuk kunci yang sama.

    Sistem WEP biasanya diaktifkan bila sistem network dari WIFI memerlukan pengamanan dan tidak menghendaki sembarang computer masuk tanpa ijin. Dengan kata lain code dari WEP adalah kunci masuk computer pada sistem network yang memiliki pengaman. 1 karakter memiliki 8 bit dan 1 hex mengunakan 4 bit. 40/64 bit ascII untuk WEP diartikan 5 karakter atau 10 HEX (number karakter =rahas) sedangkan 128bit ascII diartikan 13 karakter atau 26 HEX (number karakter = contoh 0x3d4e872a / harus dimulai dengan 0 dan huruf kecil). Bila mengunakan kombinasi pada sistem Encrypt, beberapa hardware memiliki perbedaan pada kemampuan 64 bit dan 128 bit atau hanya memiliki sistem encrypt 64 bit saja

    Hal kecil yang sering terlupakan ketika mencoba mengkoneksi. Pemilihan band untuk Wireless network, untuk satu network gunakan band yang sama. Pemilihan Band frekuensi sebenarnya dapat dibuat secara otomatis oleh hardware tetapi ada baiknya mengenal dari fungsi Band dimana sebuah Wireless Network perlu mengunakan band yang sama. Bila anda mengunakan Wireless network dan ingin saling berhubungan, jangan lupa memilih band frekuensi yang sama sebelum pusing karena sebuah computer tidak dapat saling berhubungan karena lupa memilih band frekuensi.

    Apa saja yang perlu di Install pada koneksi Wireless untuk masing masing client. Pada gambar bawah adalah komponen yang digunakan untuk computer dapat saling berhubungan. Cara ini sangat mendasar dan sama penerapannya pada koneksi network dengan cable UTP. Seandainya saja computer anda tidak dapat saling berhubungan, coba periksa bagian dibawah ini. Dan gunakan Setup Network Wizard untuk

    menginstall system network dari Windows XP
    :


    "




    Baca terusannya.....

    Jumat, 19 Maret 2010

    CARA MENGINSTAL WINDOWS SERVER 2003



    Instalasi Windows Server 2003 hampir mirip dengan instalasi Windows XP dan sama mudahnya. Hal-hal yang perlu Anda siapkan:
    1. CD/DVD instalasi Windows Server 2003 (Enterprise Edition)
    2. CD/DVD driver untuk motherboard, video card, sound card, ethernet card, dll.
    3. PC dengan RAM minimum 256 (disarankan 512MB atau lebih), hardisk 20GB (disarankan 40GB atau lebih), video card true-color dengan resolusi 1024×768.
    Baiklah mari kita mulai:
    Boot komputer dengan CD Windows Server 2003
    Atur konfigurasi BIOS agar melakukan boot ke CD/DVD ROM. Masukkan CD/DVD Windows Server 2003. Anda akan mendapatkan layar selamat datang di setup Windows Server 2003.



    Tekan tombol ‘ENTER’ di keyboard. Anda akan menuju ke layar EULA

    Tekan ‘F8′ di keyboard untuk persetujuan lisensi Windows Server 2003.

    Membuat Partisi

    Jika hardisk Anda masih kosong, anda harus membuat partisi untuk sistem Windows Server 2003. Tekan ‘C’ untuk membuat partisi dan masukkan ukuran partisi yang dibutuhkan, misal 10000MB (1GB).


    Jika sudah selesai, tekan ‘ENTER’.
    Format partisi tersebut dengan filesystem NTFS dengan metode quickformat.



    Tekan ‘ENTER’. Windows Server 2003 Setup memformat partisi hardisk Anda.


    Setelah format selesai, Windows Server 2003 Setup meng-copy file-file ke partisi Windows.



    Setelah selesai, Windows Server 2003 Setup akan me-restart komputer dan boot ulang


    Windows Server Setup GUI



    Tunggu beberapa saat sampai muncul Wizard berikut:



    Pilih ‘Customize’, dan lakukan setting seperti screen di bawah ini.



    Klik ‘OK’, kembali ke layar sebelumnya dan klik ‘Next’.



    Isi dengan Nama Anda dan Nama Perusahaan Anda. Kemudian klik ‘Next’.



    Isi dengan CD key Windows Server 2003 yang disertakan bersama CD Windows Server 2003. Klik ‘Next’



    Pilih Licensing Mode ‘Per Server’ dan isi dengan jumlah koneksi yang dibutuhkan. Klik ‘Next’.



    Isi ‘Computer Name’ dan password untuk Administrator. Klik ‘Next’.



    Pilih ‘Time Zone’ dengan (GMT +07:00 ) Bangkok, Hanoi, Jakarta. Klik ‘Next’. Setup akan melakukan instalasi Network.




    PIlih ‘Custom settings’ dan klik ‘Next’.




    Pilih komponen ‘Internet Protocol (TCP/IP)’ dan klik ‘Properties’.



    Isi ‘IP address’, ‘Subnet mask:’, ‘Default gateway:’ sesuai konfigurasi network Anda. Klik ‘OK’. Kemudian klik ‘Next’.



    Isi nama Workgroup yang diinginkan, misalnya : ‘VOUCHA’. dan klik ‘Next’.



    Setup mencopy file-file komponen ke partisi Windows. Setelah itu Setup akan melakukan restart dan boot ulang komputer Anda.



    Selamat, Anda berhasil melakukan instalasi Windows Server 2003!
    Technorati Tags: windows-server-2003

    Setup Windows Server 2003 - Bagian 2

    Pada Setup Windows Server 2003 - Bagian 1, kita telah melakukan instalasi Windows Server 2003 dengan konfigurasi standar. Beberapa konfigurasi lainnya masih harus dicustomize agar sesuai dengan kebutuhan sistem yang diharapkan.
    Pada bagian ke-2 ini, kita akan melakukan instalasi beberapa komponen tambahan yang diperlukan dan melakukan beberapa konfigurasi minimum untuk Windows Server 2003.
    Instalasi Windows Server 2003 Service Pack 2
    1. Masukkan CD Windows Server 2003 Service Pack 2
    2. Jika Autorun tidak aktif, jalankan melalui menu Start.
    Caranya:
    1. Klik ‘Start’->’Run
    2. Klik ‘Browse’. Pilih lokasi CD-ROM, dan pilih file ‘SRSP2.CMD’
    3. Setup akan mengekstrak file-file instalasi dan menampilkan kotak dialog seperti berikut.



    4. Klik ‘Next’ dan lanjutkan sampai selesai.
    5. Restart


    Instalasi Driver
    Anda harus melakukan instalasi driver-driver hardware di komputer dengan CD/DVD instalasi hardware bersangkutan. Jika driver untuk Windows Server 2003 tidak ditemukan, coba dengan driver untuk Windows XP atau download dari website vendor bersangkutan.
    Instalasi Internet Information Service (IIS)
    1. Jalankan ‘Add or Remove Programs’ dari Control Panel
    2. Klik button ‘Add/Remove Windows Components’
    3. Double click ‘Application Server’



    4. Double click ‘Internet Information Service (IIS)’




    5. Pilih ‘File Transfer Protocol (FTP) Service’


    6. Klik OK.

    Membuat Partisi
    Partisi untuk dokumen, database, dan file-file temporer sebaiknya dipisah. Untuk membuat partisi di Windows Server 2003, ikuti langkah berikut:
    1. Jalankan ‘Control Panel’->’Administrative Tools’->’Computer Management’
    2. Pilih ‘Disk Management’


    3. Klik ‘Disk 0′ pada daftar disk dan klik kanan.
    4. Pilih ‘New Partition’
    5. Pilih ‘Extended Partition’, isi ukuran partisi yang dibutuhkan dan klik ‘Next’
    6. Pilih filesystem ‘NTFS’.
    7. Ulangi langkah 1-6 untuk partisi yang lain.

    Membuat User Account
    Anda harus membuat user account khusus untuk pemakaian biasa dan jangan gunakan account Administrator. Gunakan account Administrator jika diperlukan, misalnya instalasi software atau hardware.
    1. Jalankan ‘Control Panel’->’Administrative Tools’->’Computer Management’
    2. Pilih ‘Local Users and Groups’



    3. Pilih ‘Users’
    4. Klik kanan di daftar user dan pilih ‘New User’
    5. Isi dengan nama user yang Anda inginkan.
    klik di sini ya


    6. Klik ‘Create’
    Selamat, Windows Server 2003 telah siap digunakan sebagai Server. Untuk menggunakan Voucha II, Anda perlu melakukan instalasi Microsoft SQL Server 2000 dan Microsoft SQL Server 2000 - Service Pack 4.
    Technorati Tags: windows-server-2003

    Baca terusannya.....